A Lesson During Watching After Earth (Will Smith & Jaden Smith)

Halo..

Hari selasa kemaren aku nonton film di Junction with Bowo n Lena (sayang nya Lena telat waktu itu yah)… we watch Will Smith’s new movie : After Earth… that was a very good movie…because along the movie…God softly taught me one thing that made me flood with thanksgiving…

Adalah sebuah planet di luar bumi yang menjadi tempat pelarian manusia karena bumi sudah di karantina akibat segala sesuatu yang didalam nya berevolusi untuk membunuh manusia dan kemudian militer dunia membuat evakuasi besar2an ke planet tsb (I forgot the name haha)…it happend 1000 years ago… disana ada seorang jendral named General Raige (WillSmith) who was one of the best ranger (nama pasukan elite disana) that protect all human being in that planet from the attack of Ursa (a monster which released by the alients). Ursa sense human from their fear (because the fear in a human being will release ferromon that’s enabled Ursa to see u, in the other hand if u are fearless then they won’t be able to see you) and General Raige is a fearless, cold type of person..

Anak nya MR. Raige ini sangat cerdas secara teori tapi failed ketika ujian di lapangan untuk menjadi seorang ranger dan dia sangat sedih considering hari itu bokap nya baru balik dari tugas dan itu adalah hari kumpul2 keluarga-masa sih kumpul2 keluarga dirusak dengan berita buruk itu gitu kaaaan…dan emang bener pas c babeh pulang doi langsung marah sama anak nya krn ga lulus, singkat cerita untuk membuat mereka akrab lagi (Kitai (Jaden smith) anak nya Pak Raige sempet punya trauma dimana dia merasa bersalah atas kematian kakaknya Senshi yang mati dibunuh Ursa-waktu itu doi masih cuiliik dan itu kebawa sampe gede dan bokap nya juga secara ga langsung nyalahin dia-at least Kitai feel it that way krn bokap nya dingin banget dan ga mau chat sering2 selayaknya seorang ayah ke anaknya)..

Untuk membuat hub mereka karib again, sang ibu memutuskan agar Pak Raige ngajak Kitai untuk ikut barengan ke Iphitos (sebuah tempat training ranger). Disana Pak Raige kudu mengawasi training para ranger untuk mempelajari gerak Menghantu (sikap fearless kalo berhadapan dg Ursa supaya ga keliatan oleh mereka) dan dikapal itu mereka juga membawa sebuah Ursa di kapal tersebut. Rencana nya selesai dari Iphitos itu Pak raige akan pensiun dan kerja dirumah aja bantuin istrinya gituu.

Dalam perjalanan ternyata kapal mereka kena badai asteroid dan mengalami kerusakan sehingga kudu melakukan pendaratan darurat di planet terdekat, dan ternyata plnaet terdekat itu adalah Bumi yang sudah dikarantina bagi manusia. Singkat cerita jatohlah pesawat disana dan hancur parah bagian ekor dan kepala terpisah sejauh 100km, survivor hanya 2 yaitu Pak Raige dan Kitai. Berhubung suar untuk memberikan tanda ke planet mereka yang ada di pesawat bagian kepala rusak dan Pak Raige yang mengalami cidera kaki nya patah makaa mau gak mau si Kitai harus keluar dari pesawat untuk mencari Suar 1 lagi yang tersimpan di bagian ekor pesawat. Berhubung Kitai ini pengecut jadi dia agak takut waktu dikasih tugas tsb, tapi mau gimana lagi iya kan…pilihan nya do or die di bumi..
disinilah petualangan itupun dimulai.

Pak Raige tetep bisa memantau keberadaan anaknya selama sensor yang ada di pergelangan tangan anaknya gak rusak dan Kitai pun dibekali dengan serangkaian senjata canggih serta filter O2 dan baju yang sangat high tech banget plus kalo Ursa yang dibawa di ekor kapal itu ga sengaja lepas pun Pak Raige sudah bisa mengetahui jauh sebelum anak nya tahu karena ada robot2 kecil pengintai yang ditugaskan Pak Raige utk mencari Ursa. Perjalanan sangat melelahkan dan panjang sampe akhirnya happy ending lah ya, Suar berhasil ditemukan dan mereka bisa kembali ke planet asal. Dan satu hal juga yang pasti, Kitai anaknya yang pengecut itu akhirnya karena kondisi mendesak dia hampir dibunuh Ursa- finally dia berhasil Menghantu dengan menjadi fearless waktu Ursa mau bunuh dia dan Ursa pun ga bisa ngeliat dia sehingga Kitai mampu menghajar Ursa dan membunuh Ursa dengan pedang.

Pada saat pengutusan Kitai ke hutan rimba bumi, disitu Tuhan kasih rhema… seperti itulah penjagaan Tuhan terhadap anakNya…Dia tidak serta merta mengutus kita ke suatu tempat atau menghadapi suatu kondisi sendirian, karena Dia ada disana mengawasi kita karena kita adalah biji mataNya. Dia pun memberikan kita senjata untuk melawan iblis sebab sebagaimana tertulis musuh kita bukanlah darah dan daging melainkan penguasa2 di udara. Tuhan kasih kita Firman Nya yang menguatkan, kuasa dalam Nama Yesus dan Roh Kudus yang membimbing kita.

Seharusnya aku ga perlu takut karena seperti Kitai, walaupun dia jatuh bangun dan terluka namun penyertaan papah nya sempurna dengan memberikan arahan2 serta perintah agar dia tidak mati. Firman Tuhan juga bilang kemalangan orang benar banyak, namun Tuhan gak akan pernah membiarkan kita jatuh samapi tergeletak dan bahkan di nats lain Tuhan bilang Dia menggendong kita sampai putih rambut kita. (aku ga apal nih ayat2 nya hahaha)..
Selesai nonton itu, aku sangat bersyukur bahwa janji Tuhan itu gak cuma sekedar janji dan perkataan Nya ya dan amin. Tuhan Yesus selalu besertaku dan tak pernah tinggalkanku…’

Dan ngerasa gak sih…seperti Kitai yang awalnya gak PD dan takut kecut menghadapi dunia luar dan juga Ursa. So are we…most of our time when somehow the situation has just becoming worse tahn ever in our life (halah lebay..haha) atau ketika kita dipasrahkan pekerjaan or tasking or anything that is – we thought – is soo damn big & difficult and we are just to fool to do that (dan yakin banget kalo kita pasti fail ketika ngelakuin itu karena dah many times trying then fail many times)…Dan rasanya suliit banget untuk berjalan hanya dengan memegang perkataan FT yang seabrek itu bahwa : bagi Tuhan ga ada yg mustahil, kamu pasti bisa, percaya saja, etc…rasanya jadi sulit dan deg2an…dan kalo Kitai gak pernah nekat maju pasti doi n bokap nya dah mati lah yah.. tapi karena dia begitu percaya (walopun rada gemeteran juga gitu kaan)…akhirnya dia maju dan ternyata situasi dunia luar yang katanya serem dan telah berevolusi untuk membunuh manusia dalam sekejap pun bisa dia libas walopun dengan jatoh bangun.

Kadang sadar ga sadar situasi atau apapun yang keliatan nya ga berpihak pada kita has just turn out to be such a good environment to train our faith to believe His words and sharpened our capabilities. Kitai yang bolak balik ga lulus ujian praktek jadi ranger akhirnya secara terpaksa nyemplung beneran and facing his giant to face Ursa and he 100% succeed…voilaaa…Jadi aku juga ditegor Tuhan untuk ga ragu dan melangkah saja walopun itu keliatan ceto ceto moto uangeeel eee… but just believe Him…because I am not alone.. 🙂

Makasih ya Tuhan…. Engkaupun yang akan mendampingi suamiku disana… BErkarya untuk kemuliaan NamaMu. Kemaren abis di telp disana dia mendapatkan komunitas yang dapat membangun iman nya (that’s more than enough to me). Dia disana ikut persekutuan bible reading dan melayani setiap sunday service. Aku bersyukur Tuhan Yesus. Terimakasih. Love you.

Advertisements
This entry was published on June 7, 2013 at 11:41 and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: