I want to treasure this :)

so… my church is going to celebrate it’s 25th bday…
I and my team (seksi acara booo)… ask mom to creat a poem about our church…
the poem has been finished written… Mom said her muse is Juan 🙂
How -tho it isn’t a full time to see- Juan grow day by day… from a little 5 m.o. baby boy untill now almost 3 years old…

then she write the poem…
as I assigned to type it down… it was so touch reading it line by line… I admire her alot… still remember clearly… when I was in junior high school I join a poem reading contest to celebrate The Mother’s day…. she wrote such a beautiful poem about my grand ma, which had the same career as a teacher at that time…. she trained me… voilaaaa… I came as the first winner among 20 contestant (if I’m not mistaken).

here I want to treasure my mom’s work… I planned to keep the paper that she used to write the poem with her hand… God… thank you for such great mom like her….

the poem goes like this :

DAMAI SUKACITA DALAM PELUK-MU
Januari 2015

Tika kududuk di beranda
Kulayangkan pandang ke sekeliling
Tersentak henyak mata terpejam
Tertangkap kilat cahaya menerpaku
Kutatap penuh ketakutan…..

Jangan takut… kudengar suara itu
Kautangkap lembut jari jemari tanganku
Kaupegang erat kedua tanganku
Kau angkat aku…..
Hangat terasa dalam dekapan
Tangan-Mu melingkari leherku
Sejuk terasa susu murni-Mu membasahi kerongkonganku
Jari-jemari tangan-Mu menari-nari di keningku
Aku tertidur pulas…..

Tika terbangun Kau turunkan aku
Berlatih berdiri, berjalan, bahkan berlari….
Kadang jatuh terjerembab
Kakiku terasa lemas….
Kaubangunkan aku
Kuberjalan berjingkat-jingkat,
Menapaki kerikil-kerikil tajam yang siap
Mengincar telapak kakiku
Kuteriak memanggil-Mu
Dengan sigap Kaubawa aku ke padang rumput hijau, ke air yang tenang
Pandang-Mu, tak pernah lepas ikuti jalanku,
Ke mana pun kupergi
Tak pernah Kaubiarkan ku berjalan sendirian
Keberhasilanku adalah tindakan-Mu
Keamananku adalah penjagaan-Mu
Kekuatanku adalah topangan kuat tangan-Mu
Kini kutegak berdiri….
Dua puluh lima tahun sudah usiaku
Kata-Mu usiaku telah matang…..
Anak pertamaku terlahir….
Anak keduaku terlahir….. bahkan
Anak ketigaku…..
Ketiganya dalam rancangan-Mu
Rancangan-Mu adalah….
Rancangan damai sejahtera, bukan
Kecelakaan, kuyakin…. Itu.
Ini semua bukan kuat dan gagahku,
Kasih dan anugerah-Mulah yang terlimpah menyertaiku.

Kini…..
Keluarga besarku aman, nyaman, tenteram, damai, bahkan sukacita dalam pelukan-Mu

Tuhan Yesus kekasih jiwaku, gunung batuku, juru selamatku….
Hari ini Kau ada di sini.
Tuhan, kami….. anak-anak-Mu….. Keluarga Besar GBI Jatisampurna datang memuji dan menyembah-Mu

Bapak, Ibu, dan Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Puisi tadi menggambarkan kisah perjalanan Gereja Bethel Indonesia, Jatisampurna, yang digembalakan oleh yang terhormat Bapak Pendeta Yohanes Nur, yang digambarkan dari masa kanak-kanak sampai menjadi Gereja atau jemaat yang dewasa, seperti yang Bapak, Ibu, dan Saudara saksikan sekarang ini, hingga terlahir tiga anak cabang GBI Jatisampurna yaitu :

Pertama : Gerja Bethel Indonesia, Cabang Air Dingin, Lampung Barat, yang digembalakan oleh yang terhormat, Bapak Pendeta Toni Doso, M.A.

Kedua : Gereja Bethel Indonesia, cabang Wayharu Lampung, yang digembalakan oleh yang terhormat, Bapak Pendeta Pembantu Petrus Larosa dan

Ketiga : Gereja Bethel Indonesia, cabang Jaya Harapan Lampung, yang digembalakan oleh yang terhormat, Ibu Pendeta Muda Muryani

Dalam perjalanan GBI selalu mengandalkan dan tak pernah lepas dari pernyertaan Tuhan Yesus Kristus

Tuhan Yesusku memang Dahsyaaatttttt….
Haleluyah…. Amin….
Terima kasih.

through thin and thick…she loves God with all her heart… her true husband… she keep her faith stronger each day… she keep her way of life in the righteousness… she hold back the weary, tears, burden… as she always told me : whatever worse circumstances you had to face… just tell it to Your true Abba Father… Tuhan Yesus… He’s the one who can help you to get through it… He never leave You as He never leave me alone…. she becomes one great living figure that teach me most about how to live your life in Christ alone… and never had a second thought of leaving God just because of a hardship that she went through day by day… physically… spiritually… financially..
MAMA…Sarangheo… I’m just so sorry for not being able to make you happier…

Advertisements
This entry was published on January 22, 2015 at 11:41 and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: